Translate

Minggu, 11 Maret 2012


Santri Madin Ula jami'atul Abidin
Kelas 3
Kelas 2



 

Santriwan dan Santriwati TPQ dan Madrsah Awaliyah Jami’atul Abidin TH 2012
Di desaku, desa bergaslor yang terletak di kaki bukit gunung Ungaran, dengan karakter masyarakat homogen dengan ditunjang perekonomianya justru dari sector industry, karna ahl tersebut kepedulian masyarakat mengenai pendidikan agama minim sekali seperti memandang sebelah mata dari pendidikan TPA ( Taman Pendidikan Al-Qur’an )
Toh dari anggapan mereka ada benarnya, misalnya kita lihat dari kurikulum yang di ajarkan di TPA memang terfokus pada pengajaran cara baca Al-Qur’an,  dan juga dengan menjual nama TPQ yang nota bene adalah Taman , menjadikan boomerang bagi perkembangan lembaga, seperti misalnya terdapat santri yang di kelas 5 – 6 SD, mereka justru akan malu jika harus belajar dan disatukan mereka dengan anak-anak TK, dimana TK “ Taman Kanak2” toh kalau hanya belajar membaca al-qur’an, ngaji di rumah-rumahan mereka juga bisa.
Mengenai dari permasalahan di atas, kami mencoba menciptakan lembaga baru yang berkesinambungan dengan TPA yaitu madin awaliyah, dimana kurikulumnya sebagian besar mengambil dari kurikulum MI, harapnya mereka yang ngaji di Madin Ula ini bukan hanya mendapatkan car abaca Al-qur’an tetapi mereka akan mendapatkan pengajaran ilmu yang lebih, seperti pelajaran SKI (sejarah Kebudayaan Islam), Aqidah aklhak, Qur’an Hadis, Fikih, Bahsa Arab dan Ketrampilan ibdah, harapnya paling tidak mereka secara dasar memehami hokum-hukum islam, untuk pendalamanya bisa melanjutkan di madin wustho yang di buka pada kelas malam.
Alhamdulillah pendidikan  agama yang dikelola semi formal memberikan perkembangan yang signifikan seperti jumlah santri yang awalnya 20 menjadi 80 santri, dengan dibagi menjadi 4 kelas. Dengan keterbukaan di sector keungan dengan cara menampilkan keungan lembaga di papan pengumuman masjid, orang tua santri akan lebih menyadari bahwa lembaga ini adalah lembaga milik kita bersama, milik masyarakat, bukan milik golongan atau kelompok, dengan begitu akan lebih meningkatkan rasa meiliki.
Pada tanggal 11 maret 2012 menjadi momentum awal perubahan dari lembaga jami’atul abdidn karena telah terbentuknya komite wali santri, kesadaran syariah perbulan, kesadaran untuk menseragamkan para santri, serta kegiatan-kegiatan madrsah.

Kegiatan yang disetujui
Pelaksanaan test evaluasi setiap semester
Pelaksanaan ziarah ke wali-wali Allah
Pelaksanaan [emantapan  ilmu kedewasaan (Balig) bagi perempuan
Pelaksanaan pawai ta’aruf sebulan  1 kali
Terimaksih, ini sekelumit cerita dari Lembaga Pendidikan Islam Jami’atul Abidin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar