Translate

Selasa, 09 Agustus 2011

PROPOSAL IJIN PENDIRIAN PAUD

Nomor : 02/PAUD QUR’ANI JA/VIII/2011
Lampiran : 1 (satu) berkas
Perihal : Permohonan Izin Operasional
Kepada :
Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang
"Bismillahirrahmaanirrahiim"
Salam ta'dzim kami sampaikan semoga segala aktivitas kita senantiasa mendapat hidayah, inayah ridha dan ampunan Allah SWT, Amin.
Lemabaga Pendidikan Jami’atul Abidin kini tengah menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di lingkungan Jl. Kauman No. 28 RT 4 RW 3 Kelurahan Bergaslor, yang pada tataran operasionalnya memerlukan dukungan dan dorongan dari berbagai pihak yang berkompeten.
Sehubungan dengan hal itu maka bersama ini kami atas nama penyelenggara PAUD memohon kepada Bapak Bupati serta jajaranya untuk memberikan izin dan bantuan operasional untuk menunjang terselenggaranya PAUD Qur’ani jami’atul Abidin yang lebih kredibel.
Bersama ini pula kami lampirkan profil penyelenggara serta peserta didik PAUD Qur’ani jami’atul Abidin di di lingkungan Jl. Kauman No. 28 RT 4 RW 3 Kelurahan Bergaslor,Kecamatan Bergas, Kab. Semarang.
Besar harapan kami apabila Bapak dapat ikut berpartisipasi dengan memberikan izin operasional serta memberikan bantuan dalam kegiatan PAUD ini.
Atas partisipasi dan izin yang diberikan kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Bergaslor, 9 Agustus 2011
Penyelenggara PAUD Qur’ani
Jami’atul Abidin
LP Jami’atul Abidin
Ketua,



Muhamad Mahsun, S. Pd.


PROFIL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM (YPI) JAMI”ATUL ABIDIN
Jl. Kauman No. 28 RT 4 RW 3 Kelurahan Bergaslor,Kec. Berrgas. Kab. Semarang
Akta Notaris tangga : 24 Mei 2010
1. Pendahuluan
A. Anak Usia Dini dan Pendidikan
Setiap orang tua sangat menginginkan anaknya lebih baik, lebih hebat dan lebih berhasil dari mereka. Sebaliknya tidak ada orang tua di muka bumi ini yang menginginkan anak-anaknya lebih rendah kedudukan sosialnya, gagal dalam hidupnya dan tidak memiliki masa depan yang cerah.
Anak adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa sehingga setiap orang yang dikaruniai seorang anak wajib untuk mengasihi, membimbing, memberikan pendidikan yang terbaik serta mengupayakan kesejahteraannya sesuai dengan kemampuan yang orang tua miliki karena anak juga adalah masa depan keluarga.
Teori yang mangatakan bahwa pendidikan yang pertama dan terutama adalah dalam keluarga sangat tepat sehingga orang tua harus sebagai contoh dan model bagi anak. Hal ini diperkuat oleh pendapat Martin Luther (1483 - 1546) yang mengatakan bahwa keluarga adalah pihak paling penting dalam pendidikan anak. Jika orang tua dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anaknya maka sikap anak tidak jauh beda dari orang tuanya demikian sebaliknya apabila orang tua tidak dapat memberikan contoh dan teladan yang baik maka orang tua tidak bisa berharap banyak anak-anaknya akan menjadi lebih baik sesuai dengan keinginan orang tua, bukankah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya?
Kehadiran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menjadi bagian dari Sistem Pendidikan Nasional Indonesia menjadi sangat urgen bagi peletakan dasar pendidikan anak seperti yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003. PAUD membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Anggapan bahwa pendidikan itu baru bisa dimulai setelah Sekolah Dasar (7 tahun) ternyata tidak benar, bahkan pendidikan yang dimulai pada usia TK (4-6 tahun) pun sebenarnya sudah terlambat karena sebenarnya pendidikan itu bisa dimulai sejak anak lahir bahkan sejak dalam kandungan.
Pendidikan anak usia dini dilakukan dengan tujuan memberikan konsep yang bermakna bagi anak melalui pengalaman nyata dan bermakna. Hanya melalui pengalaman nyata dan bermaknalah anak menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu (curiousity) secara optimal dan menempatkan posisi pendidik sebagai pendamping, pembimbing serta fasilitator bagi anak sehingga menghindari bentuk pembelajaran yang hanya berorientasi pada kehendak guru yang menempatkan anak secara pasif dan guru menjadi dominan.
Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.
Pendidikan anak usia dini merupakan wahana pendidikan yang sangat fundamental dalam memberikan kerangka dasar terbentuk dan berkembangnya dasar-dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan pada anak. Keberhasilan proses pendidikan pada masa dini tersebut menjadi dasar untuk proses pendidikan selanjutnya. Demikian juga keberhasilan penyelenggaraan pendidikan pada lembaga pendidikan anak usia dini (Kelompok bermain, Taman Penitipan Anak, Satuan PAUD sejenis lainnya) sangat tergantung pada sistem dan proses pendidikan yang dijalankan.


B. PAUD QUR’ANI JAMI”ATUL ABIDIN
Lemabaga Pendidikan Jami’atul Abidin sebagai lembaga pendidikan yang senantiasa berusaha ikut serta dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan Nasional Indonesia dan dengan adanya upaya agar Lembaga dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat setempat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, maka salah satu upaya pengembangan pendidikan yang dilakukan adalah dengan membuka dan menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
PAUD Qur’ani ini telah memiliki penyelengara dan komite sekolah, untuk kepengerusan terlmpir di halaman lampiran. Pendirianya melibatkan berbagai pihak antara lain pengelola TPQ, Kader PKK Kelurahan, dan Lembaga Pendidikan Islam Jami’atul Abidin.
Guru-guru yang menjadi tenaga pendidik di PAUD merupakan pengkaderan dari guru-guru TPQ jami’atul Abidin. Sehingga memberikan nilai lebih terhadap warna pendidikan yang kami selenggarakan, yaitu penuh nafas islami.
PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidin dalam kiprahnya di dunia pendidikan terutama dalam rangka penyelenggaraan PAUD perlu mendapatkan dukungan dan dorongan dari berbagai pihak yang berkompeten. Dukungan dan dorongan tersebut terutama yang diharapkan dari Dinas P dan K sebagai Instansi yang berwengang atas penyelenggaraan pendidikan di seantero Nasional Indonesia.
2. Visi, Misi dan Tujuan
Visi
Visi PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidinadalah Menjadikan Dunia Anak Lebih Bermakna. Setiap waktu yang dilalui anak adalah waktu emas yang sangat bermakna. Namun demikian karena kurangnya pengetahuan orangtua dan pengasuh (pembimbing), waktu yang seharusnya digunakan untuk mengembangkan potensi terpendam malah menjadi petaka yang akan merusak perkembangan Anak. Waktu yang seharusnya menjadikan anak tumbuh dan berkembang menjadi diri mereka sendiri, malah digunakan untuk memuaskan orangtua. Untuk itu PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidinhadir untuk bekerja sama dengan orangtua untuk mengembalikan waktu anak sehingga waktu anak adalah waktu terbaik, waktu paling bermakna untuk proses perkembangannya.
Misi
Misi PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidin dalam mewujudkan Visi di atas adalah dengan melaksanakan beberapa rencana :
1. Melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada anak
2. Memberikan kegiatan pembelajaran yang membebaskan proses berkembangnya potensi anak
3. Melakukan pembimbingan dan pengasuhan yang terbaik agar anak mendapat pembelajaran yang terabaik
4. Melaksanakan kerja sama dengan pihak lain seperti orangtua, lembaga pengasuhan lain agar dunia anak dapat dimiliki anak sepenuhnya
5. Melakukan kampanye kepada masyarakat agar anak usia dini memperoleh pembelajaran dan pengasuhan yang terbaik
Tujuan
Tujuan PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidin secara umum adalah
1. Membantu anak untuk terus belajar sepanjang hayat guna menguasai keterampilan hidup. Pembelajaran bagi anak usia dini bukan berorientasi pada sisi akademis saja melainkan menitikberatkan kepada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik, bahasa, intelektual, sosial-emosi serta seluruh kecerdasan (Kecerdasan Jamak). Dengan demikian, PAUD yang diselenggarakan harus dapat mengakomodasi semua aspek pekembangan anak dalam suasana yang menyenangkan dan menimbulkan minat anak.
2. Mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sedangkan berdasarkan tinjauan aspek didaktis psikologis tujuan pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini yang utama adalah; pertama, menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan agar mampu menolong diri sendiri (self help), yaitu mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri seperti mampu merawat dan menjaga kondisi fisiknya, mampu mengendalikan emosinya dan mampu membangun hubungan dengan orang lain. Kedua, meletakkan dasardasar tentang bagaimana seharusnya belajar (learning how to learn). Hal ini sesuai dengan perkembangan paradigma baru dunia pendidikan melalui empat pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCO, yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together yang dalam implementasinya di lembaga PAUD dilakukan melalui pendekatan bermain sambil belajar (learning by playing) , belajar yang menyenangkan (joyful learning) serta menumbuhkembangkan keterampilan hidup (life skills) sederhana sedini mungkin.
Apabila semua pihak terutama orang tua mengetahui dan sadar akan pentingnya PAUD serta didukung oleh tenaga pendidik yang dapat melaksanakan pendekatan pembelajaran sesuai dengan prinsip dan tujuan belajar anak usia dini maka akan terciptalah anak Indonesia yang cerdas, terampil dan bertanggung jawab yang tentunya didukung oleh kesehatan yang baik serta akhlak mulia karena pendidikan anak usia dini harus dilakukan secara holistik atau menyeluruh baik ilmu, watak dan kepribadian, iman yang baik serta kesehatan yang prima. Dengan jalan ini PAUD Al PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidin mampu membawa bangsa ini menuju kejayaan dan mampu bersaing dengan dunia global.
3. Kondisi
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) QUR’ANI Jami’atul Abidin kini tengah menyelenggarakan proses pendidikan yang baru saja berdiri. PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidindidirikan pada tanggal 12 Juli 2011 dengan Muhamad Mahsun sebagai ketua yang sekaligus mengetuai Seksi kependidikan di ta’mir masjid jami’atu abidin
Sarana pendidikan PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidin saat ini masih menginduk gedung TPQ Masjid, sebaliknya siswanya telah ada 48 anak peserta didik, untuk sarana dan kelengkapan yang laen masih menggunakan sarana dari pinjaman alat bermain dari posyandu, untuk itu kami butuh dana sebagai pembangunan local gedung PAUD sendiri.
4. Partispasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan PAUD cukup menggembirakan. Hal ini dapat ditandai dengan keikutsertaan mereka berpartisipasi dengan cara menyekolahkan anak usia dini mereka ke PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidin. Disamping itu mereka para orang tua siswa tidak segan-segan dalam memberikan infaq dan shadaqah terhadap penyelenggaraan PAUD. Salah satunya telah terbentuk komite PAUD.
5. Peserta Didik dan Tutor
Data peserta didik dan tutor dapat diihat pada lampiran 1
6. Kelembagaan
Untuk memudahkan dalam pengelolaan penyelenggaraan PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidinmaka disusun kepengurusan yang mempunyai peran an fungsi masing-masing. Susunan kepengurusan PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidinadalah :
1. Ketua : Muhamad Mahsun
2. Sekretaris : Khabib
3. Bendahara : Bahri Yumanto
Pendidik dan Tutor :
Terlampir 2
1. Ketua : Suharmi
2. Sekretaris : Yuni
3. Bendahara : Ngatimah

7. Rencana Pengembangan di Masa Depan
PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidinmemiliki perencanaan pengembangan di masa depan. Diantaranya adalah :
1. Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan bagi anak usia dini yang lebih memadai, berupa gedung dan alat-alat bermain.
2. Meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan PAUD dengan cara mengadakan seminar dan lokakarya
3. Melakukan pendekatan kepada instansi dan atau Dinas yang berkompeten untuk melancarkan program pedidikan yang diselenggarakan.
4. Melakukan kampanye kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak usia dini.
8. Penutup
PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidin berdasarkan konsep dan rencana pengembangan sudah dikatakan matang. Namun dalam tataran operasional sangat membutuhkan dukungan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya sumbangsih berupa ide/pemikiran dan dorongan berupa moril maupun materil.
Atas partisipasi semua pihak yang terlibat kami ucapkan terima kasih.
Bergaslor, 09 Agustus 2011
Penyelenggara PAUD QUR’ANI Jami’atul Abidin
LPI – Jami’atul Abidin


Muhamad Mahsun Ahmad Nur Khabib
Ketua Sekretaris

6 komentar: